Home

Latest News

Popular

Welcome to the Frontpage

Pesan dari Hendri Mulyadi

 

<!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p {mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->

Saat Hendri Mulyadi nyelonong masuk lapangan sambil menggiring bola, pemuda asal Bekasi itu tidak sekadar ingin "membantu" tim nasional Indonesia yang mejan dan nyaris tak berkutik menghadapi Oman. Hendri, dengan aksinya yang heroik, sekaligus menyampaikan pesan moral kepada pengurus sepak bola, terutama pentolan-pentolan PSSI yang duduk berwajah masam di tribune utama.

Hendri, yang datang dari depan tribune selatan, menerobos pagar pengaman dan menembus barisan polisi yang kemudian secara over acting meringkus pemuda pemberani itu. Secara tegas Hendri menyampaikan pesan, jika sepak bola Indonesia ingin maju, pencinta sepak bola yang murni seperti dirinya harus berani maju menerobos sekat-sekat pembinaan dan pembangunan sepak bola yang selama ini seakan-akan cuma dimiliki organisasi bernama PSSI.

Di luar aksinya yang melanggar peraturan pengamanan sepak bola standar internasional, tindakan Hendri sungguh heroik, penuh jiwa pemberontakan terhadap status quo PSSI. Hendri layak disebut pahlawan karena berani beraksi sendirian dan menantang hegemoni orang-orang yang selama ini mengaku-aku pembina sepak bola, tetapi tanpa niat tulus untuk membangun sepak bola nasional.

Seperti dikutip Warta Kota, Hendri mengakui, ia melakukan itu karena kecewa dengan tim nasional Indonesia yang tak kunjung menang. "Bukan motivasi saya menerobos ke lapangan, tetapi karena saya sangat kecewa dengan penampilan tim nasional. Enggak tahu kenapa saya bisa melakukan itu. Mungkin masyarakat Indonesia juga kecewa, Indonesia kok enggak pernah menang. Mungkin saya saja yang berani berbuat nekat seperti itu," imbuh pemuda berusia 20 tahun itu.

 

Timnas Senior Tersingkir Juga

<!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->

Qatar setelah menyerah 1-2 dari timnas Oman dalam pertandingan lanjutan babak kualifikasi Piala Asia 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (6/1).

Oman unggul lebih dulu pada menit ke-32 lewat sundulan Fawzhi Bashir Rajab memanfaatkan umpan tendangan bebas. Jelang akhir babak pertama, Boaz Solossa sempat membuka harapan bagi Indonesia setelah membobol gawang Al Habsi melalui tendangan kaki kanannya. Sayang, di babak kedua, lini pertahanan Indonesia kembali lengah dan harus kebobolan pada menit ke-53 lewat kaki Ismail Sulaiman.

Dengan kekalahan itu, Indonesia hanya mengantongi nilai 3 dari hasil 3 kali imbang. Partai terakhir melawan tuan rumah Australia tanggal 3 Maret 2010 tidak berpengaruh lagi bagi Indonesia. Sebaliknya, peluang Oman kembali terbuka lebar karena dalam laga terakhir akan menjamu Kuwait tanggal 3 Maret 2010 mendatang. Australia dan Kuwait untuk sementara menduduki posisi teratas grup dengan nilai delapan. Oman memiliki peluang menyalip Kuwait jika mampu mengoptimalkan keuntungan bermain di kandang dalam laga terakhir.

Inilah kegagalan pertama kali Indonesia setelah mengukir sejarah tampil empat kali berturut-turut dalam putaran final Piala Asia, yaitu tahun 1996, 2000, 2004, dan 2007. (asp)

 

Hasil SEA Games - Timnas U-23

Hasil SEA Games :

 

Indonesia U23 1-3 Myanmar U23

Indonesia U23 0-2 Laos U23

Indonesia U23 2-2 Singapura U23

 

Indonesia tidak lolos ke babak selanjutnya.

Last Updated (Thursday, 10 December 2009 14:34)

 

Timnas U-23 SEA Games GAGAL TOTAL

Langkah timnas U-23 Indonesia di SEA Games 2009 Laos harus terhenti di babak penyisihan. Dalam laga terakhirnya menghadapi Myanmar, Tony Sucipto dkk takluk 1-3. Hasil ini juga membuat Indonesia semakin terjerembab di dasar klasemen grup B.

Tampil tanpa tiga pemain pilarnya yang cedera, Indonesia langsung dikejutkan oleh gol cepat Myanmar pada menit ke-6. Gol ini tercipta melalui titik penalty yang dieksekusi dengan sempurna oleh Tun Tun Win. Penalti diberikan wasit Kim Jong Beok kepada Myanmar setelah terjadi pelanggaran di kotak penalty Indonesia yang dilakukan oleh Ruben Karel.

Permainan Indonesia sendiri sepanjang babak pertama ini tidak buruk. Beberapa kali terjadi peluang bagi tim merah putih, diantaranya melalui Rendi. Sayang, tak ada yang berbuah gol. Hingga babak pertama usai, skor tetap 1-0 untuk keunggulan Myanmar.

Myanmar kembali menggebrak di awal babak kedua. Baru tujuh menit berjalan, Pai Foe berhasil merobek gawang Indonesia yang dikawal oleh Frenky Irawan. Kondisi ini membuat para pemain Indonesia sempat panik. Namun perlawanan keras masih tetap diperlihatkan oleh Tony Sucipto dkk.

Usaha Indonesia akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke-72, gelandang Persipura Jayapura, Stevi Bonsapia memperkecil kedudukan menjadi 1-2. Semangat menggelora untuk mengejar ketinggalan semakin terlihat. Sayang, ditengah upaya keras tersebut, Myanamr malah berhasil menambah skor lagi menjadi 3-1 pada menit ke 81 melalui Moe Win. Pertandingan pun berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Myanmar.

Usai pertandingan, Ketua Umum PSSI H. A. M. Nurdin Halid yang menonton langsung pertandingan tersebut tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Namun, ia tetap memberikan apresiasi atas perjuangan para pemain di lapangan.

“ Para pemain sebenarnya tampil bagus. Mereka juga bisa mendominasi pertandingan. Tapi entah mengapa, pemain kita seperti sulit mencetak gol,” kata Nurdin Halid.

Hasil yang diperoleh Indonesia pada SEA Games kali ini ternyata lebih buruk dari edisi sebelumnya. Hanya satu poin yang diperoleh dari tiga pertandingan, tatkala menahan imbang Singapura. Dua pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan menyakitkan.

Last Updated (Thursday, 10 December 2009 13:40)

 

Irfan Bachdim & Sergio Van Dijk Membela Timnas???

Melalui wawancara eksklusif GOAL.com, Irfan Bachdim mengungkapkan niatnya untuk membela Merah-Putih suatu saat, jika gelandang FC Utrecht berusia 20 tahun itu gagal menembus timnas Belanda.

"Pilihan yang sulit. Idealnya, saya ingin bermain untuk kedua tim, tapi itu mustahil," kata Irfan. "Saya pernah bermain untuk Indonesia U-23. Tentunya level timnas Belanda lebih tinggi, jadi kalau dilihat dari faktor ini, saya akan memilih Belanda. Tapi, sangat sulit bagi saya menembus timnas Belanda, jadi jika impian itu terlihat mustahil diwujudkan, saya akan senang bermain untuk Indonesia."

Ketika ditanya apakah Irfan serius ingin memperkuat timnas, Irfan menjawab: "Tentu saja ini pilihan serius. Saya akan sangat senang jika bisa bermain untuk negeri yang indah ini."

Sedangkan Sergio van Dijk, berusia enam tahun lebih senior dari Irfan, juga menyatakan minatnya untuk memperkuat lini depan skuad besutan Benny Dollo.

"Saya adalah orang Belanda, sama halnya saya juga orang Indonesia," ujar Sergio setelah menyaksikan pertandingan Pra Piala Asia 2011 antara Indonesia dan Australia.

"Adanya sejarah dalam keluarga saya membuat saya berpikir, bermain untuk mereka [Indonesia] adalah suatu kehormatan," lanjutnya.

Irfan dan Sergio sama-sama antusias ingin membela timnas. Dilihat dari wawancara masing-masing, Sergio sudah melepaskan tekadnya untuk menembus timnas Belanda. Sementara Irfan masih memiliki harapan untuk memperkuat skuad Oranye.

Sergio mengaku bisa bahasa Indonesia, sedangkan Irfan hanya memahami beberapa kata, ketika berlatih dengan Indonesia U-23 di Belanda. Melihat dua fakta di atas, jelas-jelas Sergio memiliki rasa nasionalisme yang lebih tinggi.

Last Updated (Tuesday, 01 December 2009 18:58)

 
Who's Online
We have 1 guest online
Advertisement
Featured Links:
Joomla!
Joomla! The most popular and widely used Open Source CMS Project in the world.
JoomlaCode
JoomlaCode, development and distribution made easy.
Joomla! Extensions
Joomla! Components, Modules, Plugins and Languages by the bucket load.
Joomla! Shop
For all your Joomla! merchandise.